Minggu, 13 Januari 2013

Menjawab tuduhan Nabi Muhammad SAW ngembat mantunya sendiri

Menjawab tuduhan Nabi Muhammad SAW ngembat mantunya sendiri

Pada awalnya, Zainab di lamar-kan oleh Rasulullah sendiri untuk anak angkatnya Zaid bin Haritsah.
Zaid yang asalnya hanya seorang budak belian, memiliki kulit yang hitam, dan hidungnya tidak begitu
mancung.
Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai
Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada
kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah rman Allah (artinya):
"Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah
dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan{
urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).

Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta'at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen
dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan
dengan takwa.
Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang
terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum
jahiliyah dalam perkawinan.
Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah
Shallallâhu alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah
untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".
namun, pernikahan tidak dapat dipertahankan dan akhirnya perceraian ter-jadi juga.
Kemudian Allah memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah
yang mengharamkan menikahi istri Zaid yang anak angkat, sebagaimana anak kandung.
Maka Allah Azza wajalla menurunkan ayat-Nya:
"Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan
kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah",
sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada
manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan
terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang
mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan
keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas Komentarnya sering-sering kunjung ke blog BingkyCat ini :)

Populer Post